Warga Aceh Utara Pakai Kayu Sisa Banjir untuk Memperbaiki Rumah
Aceh Utara | Acehcorner.com - Kayu gelondongan sisa banjir mulai dibelah warga untuk dijadikan papan dan tiang di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Hal itu terlihat di Desa Riseh Tengoh, Kecamatan Sawang,
Kabupaten Aceh Utara. Penyintas korban banjir mulai mengakut kayu setelah dibelah
dan dibawa ke pemukiman.
Pantauan di lokasi, terlihat warga membelah kayu itu menjadi
papan. Sebagian mengangkut dengan sepeda motor dari area tumpukan kayu ke
pemukiman penduduk.
Salah seorang warga Sumardi Arsyah, Rabu (10/2/2026)
menyebutkan kayu sisa banjir belum dibersihkan oleh pemerintah. Namun, warga
telah membelah kayu itu untuk kerpeluan pribadi.
“Jadi jumlah kayunya sudah tidak banyak lagi. Karena
sebagian sudah diambil warga untuk digunakan untuk keperluan pribadi,” kata
Sumardi.
Apalagi, sambungnya, kayu itu hanya diizinkan untuk
keperluan pribadi bukan untuk keperluan komersial. “Kalau diizinkan untuk
dijual, misalnya dikelola oleh pemerintah desa, lalu dijual kayu-kayu itu,
dalam waktu singkat bisa bersih semua itu,” kata Sumardi.
Meski begitu, penyintas korban banjir patuh pada keputusan
Kementerian Kehutanan RI yang melarang penggunaan kayu sisa banjir untuk
keperluan komersil.
Hal yang sama disebutkan Kepala Desa Gunci, Kecamatan
Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Fazir Ramli. Menurutnya, warga desa itu sudah
membelah kayu untuk digunakan dalam pembangunan rumah dan dapur.
“Sudah diambil kayunya oleh warga untuk keperluan pribadi. Bukan
untuk dijual,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan kayu gelondongan yang terbawa banjir
berada di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kayu
itu terbawa dari area pegunungan memenuhi kawasan pinggiran sungai dan
pemukiman. Untuk Kecamatan Langkahan telah dilakukan pembersihan oleh
Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pekerjaan Umum RI. (Kompas.com)


0 Komentar