Saat Walikota Tegakkan UMP, Karyawan PDAM Milik Pemko Lhokseumawe Malah Sudah 4 Tahun Tak Bergaji
![]() |
| Gambar ilustrasi AI karyawan PDAM Ie Beusare Rata yang belum dibayar gajinya selama 4 tahun |
Lhokseumawe | Acehcorner.com - Sebuah kondisi sangat miris terjadi di tengah-tengah Pemerintah Kota Lhokseumawe yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya menerapkan UMP bagi para karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan.
Bahkan pihak Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Penanaman Modal
Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) sekarang ini pun
sedang gencar-gencarnya melakukan advokasi terkait 185 karyawan RS Swasta yang
di- PHK dari ekses penerapan UMP.
Namun di balik itu, ada nasib para karyawan PDAM Ie Beusare
Rata Lhokseumawe yang terkesan terabaikan.
Mereka mengaku sudah puluhan bulan tidak bergaji. Padahal
perusahaan tersebut notabane merupakan milik Pemko Lhokseumawe.
"Sudah enggak sanggup lagi kami hitung secara rinci
berapa bulan gaji tertunggak.
Perkiraan kalau hitungan tahun, sekitar 4 tahun atau 48
bulan kami tak bergaji," kata seorang karyawan yang enggan disebutkan
namanya, pada Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, setelah tertunggak sekian lama, memang sempat
terbayar gaji untuk jatah dua bulan saja, yakni pada Ramadhan tahun lalu.
"Namun setelah itu kami tidak pernah terima gaji lagi
sampai dengan sekarang," katanya.
Lalu menurutnya, sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan
dan lebaran Idul Fitri. Namun sejauh ini belum ada informasi apakah akan ada
gaji atau tidak untuk mereka.
"Kami berharap minimal adalah gaji untuk jatah beberapa
bulan saja. Sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga saat Ramadhan dan
lebaran," harapnya.
![]() |
| Fasilitas Water Treatment Plan PDAM Ie Beusare Rata di kawasan Rancong, Muara Satu, Lhokseumawe |
Saat ini PDAM Ie Beusare Rata hanya melayani sekitar dua ribuan sambungan rumah yang terpusat di Kecamatan Muara Satu. Air bakunya pun dibeli dari PT Perta Arun Gas.
Sedangkan untuk jumlah gaji karyawan bervariasi, dan bagi
golongan terendah ada yang hanya bergaji Rp 3 juta-an, bahkan bagi tenaga honor
informasinya mereka hanya mendapatkan upah sekitar Rp 2 juta-an.
Sedangkan UMP Aceh tahun 2026 yang saat ini sedang diterapkan
sekitar Rp 3,9 juta.
Kerja Sama dengan PT
Toya
Saat ini dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih,
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui PDAM Ie Beusare Rata juga telah melakukan
kerja sama dengan PT Toya.
Proyek kerja sama untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kota Lhokseumawe kini pun sedang berlangsung.
Sementara itu, Plt Direktur PDAM Ie Beusare Rata, Ricco
Andrian membenarkan kalau karyawannya sudah lama tidak menerima gaji.
"Iya benar bahwa mereka sudah lama tidak menerima gaji.
Hal tersebut karena memang kondisi keuangan perusahaan saat ini yang masih
"sakit"," jawabnya.
Untuk langkah ke depan, yakni jelang Ramadhan dan lebaran,
pihaknya berharap pada pembayaran air dari pelanggan.
"Apabila pelanggan rutin membayar dan tidak menunggak,
Insya Allah ada sedikit yang akan kita sisihkan kepada karyawan jelang Ramadhan
maupun Lebaran," demikian Ricco. (Serambinews.com)



0 Komentar