Pembangunan Huntara di Sawang Hampir Rampung, Korban Banjir Berharap Bisa Tempati Sebelum Ramadan
![]() |
| Proses pembangunan hunian sementara korban banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. (Foto dok. Mul) |
Aceh Utara | Acehcorner.com – Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, pembangunan hunian sementara (Huntara) pascabencana di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara masih jauh dari kata rampung.
Geuchik Paya Rabo, Zubir
meminta agar pembangunan Huntara segera dikebut. Ia menyebut, target
penyelesaian pembangunan telah ditetapkan pada 15 Februari 2026, sehingga warga
dapat menempati Huntara sebelum memasuki bulan puasa.
“Kami berharap target ini benar-benar bisa diwujudkan,” ujarnya.
Saat ini, progres pembangunan Huntara masih berjalan
bertahap. Dari total 96 unit yang dibangun, baru 36 unit yang selesai pada
tahap pondasi. Sementara unit lainnya masih dalam proses pengerjaan
seperti pemasangan rangka baja, dinding,
hingga atap sudah mulai dikerjakan.
Namun, pembangunan belum berjalan maksimal karena terkendala
keterlambatan material. Material utama pembangunan masih dalam perjalanan dari
Jakarta dan diperkirakan baru tiba di lokasi sekitar tujuh hari ke depan.
“Material belum sampai semua. Ini yang membuat pekerjaan
tidak bisa dipercepat seperti yang diharapkan,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan fisik pembangunan, kondisi sosial
ekonomi warga justru semakin mengkhawatirkan. Dalam satu bulan terakhir, hampir
tidak ada bantuan yang diterima warga.
Sebagian besar masyarakat kehilangan sumber penghasilan
pascabencana, membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Ekonomi masyarakat benar-benar terputus. Untuk kebutuhan
makan saja sudah sulit, sementara Ramadan sebentar lagi. Stok bahan pangan warga
tidak mencukupi,” ungkapnya.
Ia berharap, selain percepatan pembangunan Huntara, bantuan
kemanusiaan juga terus disalurkan, terutama bantuan pangan dan kebutuhan pokok
selama Ramadan.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar warga
dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.
“Jangan sampai warga menghadapi bulan puasa tanpa kepastian
tempat tinggal dan tanpa persediaan pangan yang cukup,” pintanya. (DA)


0 Komentar