Dua Perusahaan Migas Jepang Akan Lakukan Joint Study di Wilayah Aceh
![]() |
| Peta wilayah kerja migas di Aceh yang sedang dijajaki oleh dua perusahaan migas asal Jepang |
Banda Aceh |
Acehcorner.Com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyebutkan saat ini
terdapat dua perusahaan migas asal Jepang yang sedang menjajaki wilayah kerja
migas di Aceh dengan melakukan joint study,
yaitu Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. (JAPEX) dan Japan Organization for
Metals and Energy Security (JOGMEC). Kedua perusahaan tersebut sedang menyiapkan
pengkajian potensi migas di wilayah Aceh. Lokasi wilayah kerja migasnya berada di
atas Kabupaten Pidie Jaya, bekas wilayah kerja Repsol, Andaman 3.
“Sudah ada dua perusahaan Jepang yang akan mengelola joint study area di bawah 12 mil laut.
Kita doakan agar mereka bisa menjadi kontraktor migas untuk wilayah kerja Aceh,"
ujar Ketua BPMA, Nasri Djalal, Selasa (3/2/2025).
Nasri menambahkan, kehadiran perusahaan Jepang tidak hanya
sebagai investor, tetapi juga membawa teknologi dan pengalaman untuk mendorong
eksplorasi baru serta meningkatkan produksi migas Aceh.
Ia juga menyampaikan bahwa di wilayah Aceh terdapat beberapa
area yang saat ini sedang dalam proses lelang kontraktor kerja sama migas. Di
antaranya seperti Wilayah Kerja Meuseuraya serta Meuligoe yang merupakan bagian
dari Wilayah Kerja X SBA.
“Proses lelangnya sedang kami jalankan di Dirjen Migas. Mudah-mudahan
akan selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.
Nasri juga menjelaskan, saat ini terdapat beberapa wilayah
yang sedang dilelang tetapi berada di atas 12 mil laut, seperti WS Andaman dan
Jalu. Meski secara geografis masuk Aceh, kewenangannya berada di bawah SKK
Migas sehingga BPMA tidak memiliki kewenangan di wilayah tersebut.
“Secara wilayah masuk ke wilayah Aceh, tetapi secara
kewenangan ada di SKK Migas. BPMA hanya sampai 12 mil laut,” jelasnya.
Menurut Nasri, BPMA berkomitmen terus mendorong kemajuan industri
hulu migas di Aceh untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Dengan semakin berkembangnya industry hulu migas di Aceh
maka multiplier effect akan tercipta yaitu terbukanya lapangan kerja dan
perputaran ekonomi yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat” tutup
Nasri. (DA)


0 Komentar