Pemerintah Pusat Didorong Bentuk Badan Ad Hoc untuk Rehab Rekon Aceh Paska Banjir
![]() |
| Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Masriadi Sambo (Dok Ist) |
Aceh Utara | Acehcormer.com– Pemerintah pusat diminta untuk membantu logistik bahan pangan untuk Provinsi Aceh. Pasalnya, banjir yang merendam sembilan kabupaten/kota di Aceh sepanjang lima hari terakhir telah membuat seluruh persediaan bahan pokok habis. Jika pun ada terjadi kenaikan harga dua kali lipat di pasaran.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh
(Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Masriadi Sambo, menyebutkan bantuan bahan pangan
paling mendesak.
“Presiden Prabowo bisa memerintahkan kapal perang untuk
menerobos jalur laut mengangkut bahan pangan, termasuk suplai lewat udara.
Karena sejumlah daerah lumpuh total,” katanya.
Dia menyebutkan, pemerintah pusat juga harus memikirkan
rehabilitasi dan rekontruksi paska banjir Aceh kali ini. Pasalnya, ribuan rumah
hancur, ratusan orang meninggal dunia dan seluruh infratruktur dan fasilitas
umum rusak berat.
“Perlu dibentuk sejenis badan ad hoc sementara untuk
membantu pemulihan Aceh paska banjir besar kali ini. Banjir ini layaknya
tsunami, karena rumah pun bergeser ke badan jalan di Aceh Utara,” kata
Masriadi.
Sehingga badan itulah yang fokus membantu pemulihan Aceh
paska bencana. Badan itu bisa diisi tim gabungan pemerintah pusat, pemerintah
provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga tepat sasaran pada korban banjir yang
membutuhkan.
“Termasuk memperketat pengawasan agar tidak salah sasaran
bantuan yang diberikan. Pengawasan mungkin di badan ad hoc itu bisa melibatkan
apparat penegak hukum,” terangnya
Langkah itu penting seluruh kabupaten/kota di Aceh memiliki
kemampuan fiskal minimalis. Sisi lain, Gubernur Muzakkir Manaf (Mualem) dan
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI sebaiknya mengizinkan revisi APBD 2026
yang sudah disahkan di sejumlah kabupaten/kota.
“Baiknya dalam APBD direvisi Kembali, difokuskan untuk
pembangunan infrastruktur yang rusak, mulai jalan, jembatan, areal pertanian,
sekolah dan lain sebagainya,” terangnya
Bahu Membahu
Dia mengajak seluruh warga Indonesia membantu pemulihan Aceh
dan menahan diri berujar tidak pantas di media sosial. Tidak ada daerah yang
ingin raknyatnya sengsara ditengah banjir. Hanya saja, masing-masing daerah memiliki
keterbatasan tersendiri.
“Untuk itu, tahan komentar di media sosial. Seakan-akan
pemerintah tidak hadir di lokasi banjir. Semua hadir, mulai relawan,
pemerintah, TNI/Polri dengan kadarnya masing-masing. Mari bahu membahu
meringankan beban pengungsi banjir,” pungkasnya. (Ril)


0 Komentar