Setelah Resmi Dilantik Jadi Pj Gubernur Aceh, Ini PR Achmad Marzuki

Mayjen (purn) Achmad Marzuki (putih) resmi menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh melalui pelantikan yang diselenggarakan di dalam Rapat Paripurna DPR Aceh, Rabu (6/7/2022). (Tangkapan layar YouTube DPR Aceh)

Banda Aceh | Acehcorner.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi melantik Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh untuk mengisi kekosongan kepala pemerintahan di Aceh, setelah Nova Iriansyah yang masa baktinya berakhir. Pelantikan dilakukan dalam sidang paripurna DPR Aceh (DPRA), Rabu (6/7/2022) pagi.

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Penjabat Gubernur Aceh dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” kata Marzuki, mengucapkan sumpah jabatan.

Dalam pelantikan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan sejumlah pesan kepada Mayjen (purn) Achmad Marzuki. Tito menilai, status Achmad sebagai kalangan nonpartai memberinya keleluasaan untuk bekerja dan berkomunikasi dengan seluruh pihak di Aceh.

Ia juga berharap, latar belakang Achmad sebagai eks Pangdam Iskandar Muda memberinya pengetahuan dan pengalaman soal karakteristik khas Aceh, sehingga dapat membuat kebijakan yang tepat. Ada lima PR yang disampaikan oleh Mendagri kepada Achmad Marzuki untuk segera dituntaskan.

Lalu apa saja PR yang harus segera diselesaikan oleh Achmad Marzuki untuk Aceh selama menjadi Pj Gubernur Aceh?

Pertama, laksanakan amanah Allah SWT dan kepercayaan yang diberikan Bapak Presiden dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Kedua, selaku penjabat gubernur dan wakil pemerintah pusat di daerah, Ia harus mampu mengoordinasikan program-program pembangunan, sejalan dengan program pembangunan nasional, program pembangunan provinsi, maupun program pembangunan tingkat 2 di Provinsi Aceh. Ketiga, segera membangun hubungan dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Aceh, termasuk kepada Paduka Wali Nanggroe Aceh, Mahkamah Syariah, DPR Aceh, segenap forkopimda, seluruh masyarakat utamanya alim ulama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh wanita, dan sebagainya.

Keempat agar memprioritaskan program penanganan pandemi Covid-19 yang meskipun melandai, namun belum beres sepenuhnya. Ia juga berharap Achmad dapat merealisasikan belanja daerah yang efisien dan tepat sasaran dengan cepat. Penghidupan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Aceh juga menjadi pekerjaan rumah bagi Achmad.

Kelima, fokus pada pembangunan sumber daya manusia, utamanya sektor kesehatan dan pendidikan. (DA)

 

0 Komentar

https://www.olg.link/