Premier Oil Andaman LTD Lakukan Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh

Rig pengeboran lepas pantai. (pikist.com)
 

Lhokseumawe | Acehcorner.com – Perusahaan Migas Premier Oil Andaman Limited dengan dukungan SKK Migas telah berhasil melakukan pengeboran laut dalam sumur Timpan-1 Wilayah Kerja Andaman II yang terletak di lepas pantai Provinsi Aceh.

Pengeboran itu dilakukan dalam rangka mencari cadangan migas yang baru yang berlokasi di perairan Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Thailand.

Diketahui, nama sumur Timpan sendiri diambil dari nama makanan khas masyarakat Aceh, yaitu kue manis yang lezat terbuat dari tepung ketan dengan isian srikaya atau kelapa parut sebagai simbol penghormatan terhadap kearifan budaya Aceh.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan Pengeboran Sumur Timpan-1 yang dilakukan oleh Premier Oil Andaman Limited a Harbour Energy Company merupakan bagian dari 4 sumur eksplorasi yang akan dibor di Wilayah Aceh.

"Wilayah Aceh sendiri untuk KKKS yang berada bawah pengawasan SKK Migas pada tahun 2022 direncanakan akan ada 13 kegiatan sumur pengembangan dan 4 kegiatan sumur eksplorasi," kata Rikky, Rabu (11/5/2022).

Rikky mengatakan pengeboran lepas pantai yang dilaksanakan kurang lebih berjarak 150 kilometer dari garis pantai kota Lhokseumawe tersebut merupakan jenis pengeboran laut dalam atau Deepwater.

"Pelaksanaan pengeboran ini menggunakan Drillship atau kapal pengeboran yang bernama West Capella yang melaksanakan pengeboran laut dalam perdananya di Indonesia,"katanya.

"Kegiatan eksplorasi ini adalah kegiatan yang memiliki resiko tinggi (High Risk), modal tinggi (High Cost) dan berteknologi tinggi (High Tech). Melalui pengeboran ini diharapkan dapat berhasil dan mendapatkan kandungan migas yang ekonomis untuk dapat dikembangkan lebih lanjut," ujarnya.

Rikky mengatakan Pengeboran itu bentuk dorongan SKK Migas dalam upaya mengejar target produksi 1 Juta Barel dan 12 BSCFD di tahun 2030.

"Dengan harapan dan doa sumur tersebut kelak berhasil menemukan cadangan migas nasional untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Rikky menyebutkan pada tahun 2018 WK Andaman II dimenangkan oleh Konsorsium Premier Oil Andaman Limited - KrisEnergy (Andaman II) Ltd - Mubadala Petroleum (Andaman II) RCS Ltd, 

Dengan Kontrak Bagi Hasil ditandatangani pada bulan April 2018 antara SKK Migas dengan Premier Oil Andaman Limited a Harbour Energy Company dengan 2 kali 3 tahun masa eksplorasi. Pada 2019 KrisEnergy melepas melepas 30% Partisipasi Interesnya di blok ini kepada BP.

Rikky menyebutkan kontrak bagi hasil dari WK Andaman II menggunakan skema gross split, dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun.

Dalam hal ini Premier Oil Andaman Limited a Harbour Energy Company telah mengerjakan beberapa kegiatan di empat tahun pertama yaitu studi G&G, akuisisi data seismik 3D seluas 2,797 km2, serta persiapan pengeboran.

Semuanya ini merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen pasti dan komitmen kerja yang harus dipenuhi KKKS kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Rikky mengatakan pengeboran eksplorasi ini berlangsung selama 3 bulan. Selanjutnya Premier Oil Andaman akan melakukan evaluasi dari hasil pengeboran Sumur Timpan-1 serta menentukan strategi eksplorasi dan pengembangan lapangan ke depannya. 

Lanjutnya, Blok Andaman II merupakan bagian dari rangkaian Wilayah Kerja Andaman yang terletak di perairan Selat Malaka. Wilayah Kerja lain yang terdapat di dalam regional ini adalah WK Andaman I dan South Andaman yang dioperasikan oleh Mubadala Petroleum (berada lebih dari 12 mil laut-kontrak bagi hasilnya bagian dari pengawasan SKK Migas) dan WK Andaman III yang di operasikan oleh Repsol Andaman BV (Kontrak bagi hasil berada dibawah pengawasan BPMA). (Ril)

0 Komentar

https://www.olg.link/