![]() |
| Gubernur Aceh bersama Wagub, Kapolda dan Pangdam Iskandarmuda berfoto bersama. (Foto dok. Humas Pemprov Aceh) |
Banda Aceh | Acehcorner.com – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh.
“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring
tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk
memastikan sendiri,” kata Kapolda Marzuki di Banda Aceh, Selasa malam
(23/06/2026).
Pernyataan Kapolda Marzuki ini menanggapi pertanyaan
mengenai keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di
Pemerintah Aceh.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir
Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh,
Banda Aceh, pada Selasa pagi (23/06/2026).
Rapat itu dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli
Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas.
Seluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur
Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman
diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.
“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi
Aceh,” kata Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala,
Banda Aceh.
Pada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD
(Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman
(Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.
Dalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan
keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.
“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya
dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” kata Prof
Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh. “Padahal kita sudah jelaskan kondisi
keamanan dan kenyaman di Aceh.”
Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail
(Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman
di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.
“Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco (PT Medco E&P
Malaka anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk.) beroperasi di sektor
hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana,” kata Kak
Iin.
Mengenai keamanan di Aceh juga sudah terbukti sebagai yang
terbaik di Sumatera. Catatan Aceh paling aman tersebut berdasarkan beberapa
data yang diterbitkan oleh lembaga yang kredibel. Di antaranya Indeks Demokrasi
dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN), dan skor dari Goodstats.
Itulah sebabnya, Kapolda Marzuki, menyatakan keamanan dan
kenyaman di Aceh sudah terbukti secara fakta dan data. “Tak perlu meragukannya.
Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” kata Kapolda. (Ril)


0 Komentar