Banda Aceh|Acehcorner.com - Pemerintah Aceh tengah mematangkan usulan perubahan skema Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tangkulo yang berada di Wilayah Kerja South Andaman atau Blok Andaman. Rencana revisi tersebut akan dibahas bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, menyebutkan penyusunan skema revisi PoD tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Ia mengatakan, pembahasan revisi PoD Blok Andaman dijadwalkan dilakukan pada Selasa (23/6/2026) dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Gubernur meminta agar pembahasan revisi PoD melibatkan berbagai unsur, sehingga hasilnya dapat mencerminkan kepentingan dan aspirasi masyarakat Aceh,” ujar M Nasir, Minggu (21/6/2026).
Pemerintah Aceh menilai penyesuaian rencana pengembangan Blok Andaman penting dilakukan agar keberadaan proyek migas tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Menurut M Nasir, Gubernur Mualem berharap pengembangan Blok Andaman tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan industri, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru.
“Fasilitas yang dibangun di darat memiliki potensi menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak dibandingkan fasilitas terapung yang berada jauh di lepas pantai,” jelasnya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pemerintah Aceh mengajukan revisi terhadap PoD yang sebelumnya telah mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas pada Maret 2026.
Dalam rencana pengembangan sebelumnya, gas dan kondensat dari Lapangan Tangkulo akan diproses menggunakan fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di wilayah South Andaman. Setelah itu, hasil produksi akan dialirkan menuju Onshore Receiving Facilities (ORF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, melalui jaringan pipa gas bawah laut (Offshore Gas Pipeline).
Pemerintah Aceh berharap revisi PoD tersebut dapat menghadirkan skema pengembangan yang lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.[]



0 Komentar