Perang Iran vs AS-Israel Memanas di Hari Keempat: Serangan Meluas ke Timur Tengah, Kapal Induk dan Pangkalan Disasar

 

Ilustrasi Perang Iran vs AS-Israel - Foto: Chat GPT

Acehcorner.com - Konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bersama Israel memasuki hari keempat pada Selasa (3/3), dengan eskalasi yang semakin meluas ke berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah. Intensitas serangan meningkat tajam, melibatkan darat, laut, dan udara, serta menyeret sejumlah negara di sekitarnya.

Israel dilaporkan mulai memperluas target serangan ke kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Sementara itu, rentetan serangan udara juga menghantam wilayah Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Siprus. Situasi di Selat Hormuz pun memanas setelah sejumlah kapal dilaporkan menjadi sasaran gempuran.

Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi gabungan AS-Israel telah menewaskan 48 pemimpin Iran. Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (1/3), Trump menyebut operasi tersebut berjalan sangat cepat dan sukses besar.

“Prosesnya berjalan dengan sangat cepat. Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kami raih, 48 pemimpin tewas sekaligus,” ujar Trump.

Di sisi lain, mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sempat dikabarkan tewas dalam serangan pada Sabtu. Namun kabar itu dibantah oleh ajudan dekatnya sehari kemudian. Ia memastikan Ahmadinejad dalam kondisi baik meski mengalami luka, serta mengakui sebagian bangunan kediamannya terkena dampak serangan.

Insiden tak terduga juga terjadi di pihak sekutu AS. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS secara keliru ditembak jatuh oleh sistem pertahanan militer Kuwait. Seluruh enam awak pesawat dilaporkan berhasil melontarkan diri dan dalam kondisi stabil. Militer Kuwait sebelumnya mengklaim telah mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah mereka.

Dari pihak Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan serangan terhadap kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, menggunakan empat rudal balistik dalam operasi bertajuk “True Promise 4”. Media pemerintah Tasnim News Agency menyebut serangan tersebut menandai fase baru konflik, dengan medan tempur kini mencakup wilayah darat dan laut. Teheran bahkan menyatakan kedua wilayah itu akan menjadi “tempat pemakaman para agresor teroris”.

Ketegangan juga terasa di jalur pelayaran internasional. Badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan tiga kapal di Selat Hormuz menjadi sasaran pada Minggu (1/3). Satu kapal dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman hingga ruang mesinnya terbakar. Kapal kedua, yang diduga tanker, mengalami kebakaran setelah dihantam proyektil di dekat Mina Saqr, UEA. Sementara kapal ketiga dilaporkan terkena ledakan saat berada di perairan barat Kota Sharjah.

Konflik turut merembet ke Siprus. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu (1/3) mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan AS untuk melancarkan serangan ke Iran. Sehari kemudian, drone Shahed milik Iran dilaporkan menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Akrotiri, menyebabkan kerusakan terbatas. Inggris memiliki dua Area Pangkalan Berdaulat di Siprus, yakni Akrotiri dan Dhekelia.

Di level diplomatik, Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka membela kepentingan dan sekutu di Timur Tengah dari serangan Iran. Dalam pernyataan bersama yang dikutip AFP, ketiga negara menyebut serangan Teheran telah mengancam personel militer dan warga sipil mereka.

Sebelumnya, Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Yordania juga mengisyaratkan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan stabilitas wilayah mereka, termasuk opsi merespons agresi Iran.

Dengan eskalasi yang terus melebar dan melibatkan banyak negara, konflik Iran versus AS-Israel kini tak lagi bersifat bilateral, melainkan berpotensi menjadi krisis regional berskala besar yang mengancam stabilitas Timur Tengah dan jalur perdagangan global.[ ]

0 Komentar

https://www.acehcorner.com/p/informasi-iklan.html