Cek kemajuan Rehab Rekon Pascabanjir, Kepala BNPB dan Kasatgaswil Inspeksi ke Aceh Utara dan Aceh Timur
![]() |
| Foto dok. Humas BNPB |
Aceh Utara | Acehcorner.com - Sebagai salah satu kabupaten yang mengalami dampak yang luas dan parah, penanganan di Aceh Timur dan Aceh Utara mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Hal ini sangat wajar mengingat cakupan luasan terdampak dan juga rusaknya berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hunian, sekolah sampai sawah dan ladang milik penduduk.
Dalam keterangan pers, Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh,
Safrizal ZA menyampaikan bahwa rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan
konsolidasi, harus selalu diimbangi dengan kerja-kerja dan inspeksi lapangan.
"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai
rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan sehingga manfaatnya langsung
bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dibelakang meja, namun turun
langsung sebagaimana hari ini kami mendampingi Kepala BNPB selaku
Wakasatgasnas" ujar Safrizal, Jum’at (29/2/2025).
Inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh
Utara menyasar ke beberapa titik, yakni: inspeksi pembangunan Huntara di Desa
Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur, inspeksi
rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur,
inspeksi jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pemberian bantuan kepada
masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara, dan inspeksi Pembangunan
Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.
"Alhamdulillah Huntara di Desa Pante Rambong Aceh Timur
sudah rampung, secara simbolis Wakasatgasnas sudah menyerahkan kunci kepada
masyarakat, bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana
tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah
mencapai 60-70 %", sambung Safrizal.
Sementara itu dalam inspeksi jembatan di desa sawang yang
hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan bailey sudah dimulai
dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri.
Jembatan ini sendiri menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, sekaligus menembus
desa seberang yang sempat terisolir.
"Percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi
kebutuhan mutlak di Desa Sawang agar segera tersambung, supaya akses terbuka
termasuk mengatasi kesulitan anak-anak berangkat ke sekolah, paralel dengan
akselerasi rencana teknis pembangunan jembatan permanen disebelahnya"
imbuh Safrizal yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan,
Kemendagri. (Ril)


0 Komentar