Putusnya Jembatan Sawang Ancam Akses Pendidikan dan Ekonomi Ribuan Warga
![]() |
| Masyarakat terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai Sawang karena jembatan hancur akibat banjir. (Foto: Mul) |
Aceh Utara | Acehcorner.com - Putusnya Jembatan Sawang di, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Jembatan ini merupakan infrastruktur strategis yang menghubungkan empat gampong, yaitu Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Gunci, sekaligus Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Jembatan itu penghubung menuju pusat Kecamatan Sawang, Aceh
Utara. Akibat kerusakan jembatan pascabencana banjir, masyarakat kehilangan
akses utama untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Ketua Pemuda Gampong Sawang, Afrizal mengatakan kini warga
hanya mengandalkan rakit sederhana sebagai sarana penyeberangan sungai.
“Kondisi tersebut sangat berisiko dan tidak layak untuk
mobilitas masyarakat dalam jangka panjang,” kata, Afrizal, Jum’at (30/1).
Ia menambahkan setiap hari masyarakat dan anak-anak harus
menyeberangi sungai menggunakan rakit. Situasi ini tidak hanya mengancam
keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu pendidikan anak-anak di
wilayah tersebut.
Ia menyebutkan setiap warga yang menggunakan jasa
penyeberangan menggunakan rakit dikenai biaya sebesar Rp10.000. Dalam kondisi
ekonomi pascabencana yang belum stabil, beban ini semakin menyulitkan
masyarakat.
Afrizal, menegaskan bahwa jika debit air sungai meningkat,
empat gampong tersebut berpotensi terisolir total. “Jembatan Sawang adalah
jantung perekonomian masyarakat. Tanpa jembatan, kehidupan warga lumpuh,”
ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Pusat
melalui kementerian terkait dapat menjadikan pembangunan jembatan rangka baja
permanen sebagai prioritas penanganan pascabencana.
“Kami sangat menaruh harapan besar kepada Pemerintah Pusat
agar segera turun tangan., dan pemulihan ekonomi warga tidak boleh terus
dipertaruhkan di atas rakit darurat,” pungkasnya. (DA)


0 Komentar