204 Rumah Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Utara Mulai Dibangun, Dari Total 9.707 Rumah
![]() |
| Contoh rumah yang dibangun oleh BNPB bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. (Foto: BNPB) |
Aceh Utara | Acehcorner.com – Pemerintah bersama lembaga donor mulai membangun sebanyak 204 rumah bantuan untuk korban banjir di Aceh Utara. Saat ini yang sedang dibangun di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, oleh Kementerian Politik dan Keamanan (Polkam) dan 100 unit di Desa Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya, oleh Yayasan Buddha Tsuzi. Pembangunan selanjutnya akan dilakukan bertahap.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa mengaku
telah menandatangani surat keputusan (SK) tahap dua calon penerima hunian tetap
korban banjir sebanyak 9.707 unit. Data itu telah diserahkan ke Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam SK tersebut rumah bantuan yang akan dibangun berada
di Kecamatan Samudera, Meurah Mulia, Muara Batu, Dewantara, Nisam, Kuta Makmur,
Syamtalira Bayu, Nibong, Matangkuli, Tanah Luas, Cot Girek, Lhoksukon, Paya
Bakong, Tanah Pasir, Pirak Timu, Lapang, Sawang, Seunuddon, Langkahan, Baktiya
Barat, Baktiya, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye.
“Kita usahakan bisa cepat selesai dan terealisasi semua
hunian tetap ini, jika rampung dan kita serahkan ke korban banjir, mereka bisa
kembali beraktivitas normal dan menghidupi keluarganya,” terang Ayahwa, Selasa (27/1/2026).
Ayahwa menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh
lembaga pemerintah, donator dan pihak swasta yang membantu masyarakat Aceh
Utara.
Saat ini, sambung Ayahwa, tim bentukan BNPB sedang
memvalidasi data tersebut ke masing-masing korban di seluruh desa. Diperkirakan
butuh waktu untuk memastikan data itu valid.
Sebagai informasi bahwa hingga saat ini tercatat 33.000
korban banjir masih mengungsi di Aceh Utara. Jumlah ini terbesar di seluruh
Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Provinsi Aceh. Daerah itu kini
berstatus transisi tanggap darurat bencana. Artinya mulai memasuki masa
rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana. (DA)


0 Komentar