Aceh Utara Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi dan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir
Aceh Utara | Acehcorner.com - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak sepekan terakhir akibat curah hujan tinggi menyebabkan aktivitas warga lumpuh di 19 dari 27 kecamatan di Aceh Utara hingga Jumat (28/11/2025).
Banjir tersebut juga diperparah meluapnya sejumlah sungai,
yaitu Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo,
Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Nisam.
Selain itu kondisi ini juga diperparah karena kerusakan
tanggul sungai yang jebol, karena tak mampu menahan debit air yang semakin
membesar.
Banjir ini menggenangi permukiman warga, merusak lahan
pertanian, tambak, dan perkebunan, serta menghancurkan sarana dan prasarana
umum.
Kondisi diperparah dengan padamnya jaringan internet di
sejumlah wilayah, yang menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik
ke lokasi pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pun meningkatkan status dari
siaga menjadi tanggap darurat bencana banjir melalui surat resmi bernomor
360/851/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, MM (Ayah
Wa), dengan masa berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8
Desember 2025.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Aceh Utara per Kamis, 27 November 2025 pukul 10.30 WIB, sebanyak
19 kecamatan terdampak banjir dengan total ratusan desa terendam.
Meliputi Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu,
Langkahan, Syamtalira Aron, Samudera, Baktiya Barat, Lapang, Dewantara,
Matangkuli, Bandar Baro, Lhoksukon, Pirak Timu, Sawang, Nibong, Tanah Luas,
Murah Mulia, dan Kuta Makmur.
Banjir tersebut berdampak terhadap 46.830 jiwa atau 17.742
kepala keluarga, dengan 44.350 jiwa atau 14.713 kepala keluarga terpaksa mengungsi
di 35 lokasi pengungsian.
Kelompok rentan turut terdampak, meliputi 64 ibu hamil, 490
balita, 526 lansia, dan 12 penyandang disabilitas.
Selain itu, kerusakan rumah tercatat sebanyak 13 unit rusak
berat, 67 unit rusak sedang, dan 50 unit rusak ringan.
Dampak banjir juga meluas ke sektor pertanian dan infrastruktur.
Sedikitnya 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam
air, sementara sembilan titik tanggul sungai dilaporkan jebol serta satu unit
jembatan di kawasan Krueng Sawang terputus. (Serambinews.com)

0 Komentar