120 Pengungsi Rohingya Dievakuasi dari Laut Lepas ke BLK Lhokseumawe

Pengungsi Rohingya dalam boat saat dievakuasi dari laut ke pelabuhan di Krueng Geukueh, Aceh Utara oleh TNI AL, Jumat dini hari (31/12/2022) (DA)

Lhokseumawe | Acehcorner.com - Sebanyak 120 warga etnis Rohingya yang sudah terombang-ambing selama beberapa hari di tengah laut Bireuen, akhirnya dievakuasi ke daratan oleh pihak TNI Angkatan Laut (AL) menggunakan KRI Parang-647 melalui Pelabuhan Asean, Aceh Utara, Kamis malam (30/12/2021).

Proses evakuasi berlangsung di tengah hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Aceh. Setelah dievakuasi mereka langsung dibawa menggunakan bus menuju tempat penampungan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Protection Associate of UNHCR Oktina mengapresiasi pemerintah Indonesia dan daerah yang telah menarik kapal motor berisikan pengungsi etnis Rohingya tersebut ke daratan daerah Tanah Rencong itu. "Jadi memang yang harus kita pikirkan sekarang adalah keselamatan jiwa mereka karena sudah lama terombang-ambing di lautan," kata dia.

Saat mendarat, para pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak tersebut dalam kondisi lemas dan kedinginan, karena diguyur hujan.

Setelah turun dari kapal, mereka langsung mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, sebelum dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

"Informasi awal masih sekitar 120 orang, nanti kita akan lihat dan akan kembali melakukan penghitungan ulang seperti biasanya," kata dia.

Kedatangan etnis Rohingya itu disambut Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), IOM, Pangkalan TNI Angkatan Laut Lhoksuemawe, Kodim 01/03 Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lhokseumawe, Syahbandar Lhokseumawe, Palang Merah Indoensia (PMI), Tim SAR, BPBD Aceh Utara, dan beberapa unsur lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia atas nama kemanusiaan memutuskan akan menampung pengungsi Rohingya yang terapung-apung di atas kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen.

"Keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut," kata Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Irjen Pol Armed Wijaya. (DA)

 

0 Komentar

https://www.olg.link/