PEMULIHAN EKONOMI DI TINGKAT DESA, BUMDES KUNCINYA

Gus Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar (kemendesa.go.id)

SIDOARJO – Gus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar terus berupaya memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa. hal ini diunkapkan gus menteri saat memberikan penghargaan kepada 73 Desa di Sidoarjo yang telah menyelesaikan data SDGs Desa, Minggu (6/6/2021).

Gus Menteri mengungkapkan, kunci kesuksesan pemulihan ekonomi nasional di tingkat desa ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), posisi BUMDes saat ini telah resmi berbadan hukum dan setara dengan BUMN dan BUMD, hanya saja levelnya yang berbeda.

Dikuti dari laman kemendesa.go.id, Gus menteri mengunkapkan “Misalnya bicara tentang pengelolaan air di tingkat nasional dikelola oleh BUMN, pengelolaan air di tingkat kabupaten atau provinsi dikelola oleh BUMD, pengelolaan air di tingkat Desa maupun antar desa dikelola oleh BUMDes ataupun BUMDes Bersama,”.

Dengan banyaknya unit usaha BUMDes, baik wisata, jasa, simpan pinjam dan sebagainya, akan memberi kontribusi untuk memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa.

Lanjut Gus Menteri, sudah ada BUMDes yang sudah melakukan ekspor, salah satunya BUMDes di Kabupaten Alor dengan komoditas ekspor vanilanya.

“Kita akan terus konsolidasi supaya semakin banyak BUMDes sedang menggalakkan komoditas ekspor, ini juga tergantung dengan data-data, tentang potensi desa, potensi unggulan desa,” ucap Gus Menteri. 

“BUMDes Bersama tidak dibatasi oleh kewilayahan, desa di Sidoarjo bisa membangun kerja sama dengan desa di NTT, bisa bekerja sama dengan desa di Papua, bisa membangun kerja sama dengan desa di Aceh,” ungkap Gus Menteri.

Karena itu, pihaknya tidak akan membatasi kerja sama yang dilakukan antar desa, bahkan lintas kabupaten maupun provinsi untuk membentuk BUMDes Bersama, hal tersebut dapat dilakukan apabila desa yang bekerja sama memiliki kesamaan potensi dan produk unggulan.

“Itu yang kemudian bisa saling memberikan dan saling menguntungkan. Dari mana kita bisa tahu ini? Kembali, kuncinya cuma satu, data, sekali lagi data,” jelas Gus Menteri.

"Itulah makanya pemutakhiran data berbasis SDGs Desa adalah merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditawar lagi, agar semua permasalahan, semua potensi yang ada di Indonesia yang dimiliki oleh desa bisa terakumulasi dengan baik dan kemudian terkelola dengan maksimal,” pungkas Gus Menteri.

0 Komentar

https://www.olg.link/